GEO Wacana

Ngangsuh Kaweruh

BERSAHABAT DENGAN ALAM? ITU PERLU…..

iceberg.jpgTanpa disadari, banyak yang saling memperdebatkan tentang siapa yang paling bersalah dalam hal pencemaran CO2 di muka bumi ini. Tidak hanya Indonesia, tetapi banyak negara-negara lain di sekitar equator seperti Brasil yang juga disalahkan karena banyak terjadi pembakaran hutan baik yang sengaja ataupun tidak. Negara-negara dimana banyak penduduk di dunia berkonsentrasi seperti Cina dan India juga disalahkan karena salah satunya adalah meningkatnya pemakaian bahan bakar di negara tersebut yang banyak mengeluarkan emisi CO2. Tetapi pernahkah kita melihat potensi dari alam dalam membantu mengatasi permasalahan emisi CO2 itu sendiri?

antarctica-circulation.gifSebenarnya, alam mempunyai potensi dalam mengurangi efek yang ditimbulkan akibat emisi CO2. Tahukah kita bahwa gas CO2 yang terbentuk dari efek pembakaran mampu diserap oleh lautan yang dingin di daerah Antartika. Lautan di daerah tersebut mampu menyerap sepertiga emisi CO2 yang terbentuk di alam. Mengapa hanya lautan di Antartika saja yang mampu menyerap CO2? Ini karena suhu di lautan tersebut sangatlah dingin. Pada kondisi seperti inilah alam mampu membantu menyerap CO2 yang ada di udara. Salah satu sifat CO2 adalah kemudahannya larut dalam suhu dingin. Seperti halnya minuman bersoda yang masih mampu menyimpan kandungan CO2nya kalau disimpan di lemari pendingin. Berbeda halnya kalau kita meletakkan minuman bersoda tersebut di bawah sinar matahari langsung. Jadi bisa kita bayangkan bagaimana seandainya alam tidak mampu membantu menyerap CO2 di udara. Efek rumah kaca akan semakin cepat pertumbuhannya karena CO2 yang ada tidak mampu terserap.

atlanticmasses.gifpacificmasses.gifWalaupun sepertinya lautan di Antartika mampu menyerap CO2, tetapi ternyata CO2 yang terserap tidak mampu tersimpan di Antartika. CO2 etrsebut akhirnya terkumpul di lautan yang cukup dalam di daerah subtropik dimana kedalaman air yang bersuhu rendah sedalam 1.6 kilometer (1 mil). Mengapa terjadi demikian? Ini karena air yang ada di lautan sebenarnya berlapis. Lautan tersusun atas lapisan air yang bersuhu cukup tinggi dan lapisan air yang bersuhu rendah. Lapisan air yang bersuhu cukup tinggi mempunyai berat jenis yang lebih ringan sehingga terletak di atas lapisan air bersuhu rendah yang mempunyai berat jenis lebih berat. CO2 yang terkumpul di lautan Antartika ternyata bergeser melalui bidang batas antara lapisan air bersuhu cukup tinggi dan lapisan air bersuhu rendah.

Permasalahan lain yang ada dalam penyerapan CO2 oleh alam adalah kondisi lapisan air bersuhu rendah yang ada di lautan Antartika. Kondisi yang ada sekarang adalah semakin menipisnya lapisan air bersuhu rendah sehingga bidang batas antara lapisan air bersuhu cukup tinggi dan lapisan air bersuhu rendah sangatlah dekat dengan permukaan. Semakin tipisnya lapisan air bersuhu rendah dapat mengakibatkan semakin kecilnya CO2 yang dapat diserap oleh lautan Antartika dan ini dapat mempercepat efek rumah kaca.

globalheat.gifPemanasan global yang terjadi saat ini juga dikhawatirkan mampu mempercepat proses hilangnya lapisan air bersuhu rendah di daerah Antartika. Semakin banyaknya CO2 yang terserap oleh lautan membuat lautan bersifat lebih asam sehingga kurang mampu lagi menyerap CO2 yang ada.

Daerah tropis seperti Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa mempunyai banyak permasalah. Selain suhu di musim kemarau yang mampu memicu terjadinya kebakaran hutan tropis, dalamnya lapisan air air bersuhu rendah juga membuat penyerapan CO2 sangatlah tidak maksimum. Permasalah lain yang timbul adalah banyaknya penduduk di Indonesia yang menggunakan bahan bakar dari fosil dan berpotensi menghasilkan emisi CO2 dari proses pembakarannya. 

Untuk membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang sedang berlangsung sekarang, sudah sewajarnya kita juga harus membantu alam menyerap CO2 dengan maksimum dengan cara memperlambat selambat-lambatnya efek pemanasan global yang terjadi sekarang. Kalau kita ingin alam bersahabat, kita juga harus bersahabat dengan alam.

Referensi :

May 24, 2007 - Posted by | GeO

8 Comments »

  1. stuju mass

    Comment by Albit | August 10, 2007 | Reply

  2. Thx 4 this information. this article can help so much for finishing my report.

    Comment by Richard | October 15, 2007 | Reply

  3. kenapa baru serkarang manusia sadar bahwa bumi semakin tua dan goyah. tlong jelasin tentang mencairnya es diantartika, dan kapan es itu mulai mencair, berapa kira2 volume es itu mencair dlam 1 tahun???
    thanks

    Comment by dea | November 7, 2007 | Reply

  4. ya mas setuju aku

    Comment by muchlisin99 | December 2, 2007 | Reply

  5. bersahabat dengan alam itu sangat penting tapi kita juga harus di bantu program pemerintah donk supaya kita bisa sukses peng coolingan global ini.

    Comment by ali basar | December 4, 2007 | Reply

  6. wah emang pemanasan global bikin kita repot. Apalgi nih Agnes dikasih tugas nyari tentang Benua Antartika yg menyadarkan Agnes ttg global warming.

    Plis bantuin donk nyari tugasnya….

    Comment by agnes | February 14, 2008 | Reply

  7. ya mass setuju…
    jangan sampai nanti alamnya ngamuk kan kiita juga yang repot.

    Comment by aipu | December 15, 2008 | Reply

  8. Bumi cuma ada satu dan sudah sepatutnya kita bersahabat dan bisa menjaga alam kita dengan baik, bila tidak kitanya sendiri yang bakalan merugi

    Comment by Jefry | December 18, 2012 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: