GEO Wacana

Ngangsuh Kaweruh

Pergerakan bumi dan gunung yang tersebut dalam Al Qur’an

volcano1.jpg Sebagaimana telah kita ketahui bahwa lapisan luar bumi kita yang sering disebut kerak bumi terdiri atas beberapa lempeng-lempeng tektonik yang senantiasa bergerak. Akibat dari pergerakan lempeng-lempeng tersebut di beberapa tempat akan terjadi tumbukan, regangan dan geseran. Ketika dua lempeng bertumbukan, salah satunya yang relatif lebih berat akan menyelip di bawah lempengan satunya sementara yang di atas terlipat-lipat dan membentuk pegunungan. Di awal abad 19 banyak orang menyangka gunung-gunung ini tetap pada tempatnya. Akan tetapi sebenarnya gunung-gunung tersebut tidaklah tetap pada tempatnya. Dalam Al Qur’an juga disebutkan bahwa gunung-gunung ini tidaklah diam seperti dijelaskan di surat Al Qur’an berikut:

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagaihal jalannya awan. (begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q. S. An-Naml : 88).

Tetapi apakah kita tahu apa yang ada di bawah gunung? Lempeng yang bergerak di bawah permukaan akan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan. Perpanjangan ini tidak lain adalah saluran yang menghubungkan dapur magma dengan bibir gunung api. Dan dalam Al Qur’an gunung-gunung yang dengan perpanjangannya yang menghujam jauh ke dalam maupun yang ke atas permukaan bumi diibaratkan sebagai pasak seperti dijelaskan di kedua surat Al Qur’an berikut :

 

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka…” (Q. S. Al-Anbiyaa’:31).

“...Dia meletakkan gunung-gunung di (permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyang kamu....” (Q. S. Luqman : 10).

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak” (Q. S. An-Naba’: 6-7).

volcano.jpg Dengan kata lain, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini sehingga memancangkan kerak bumi dan menghindarkan dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Ibarat paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu. Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dengan istilah “isostasi” yang bermakna kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi (Webster’s New Twentieth Century Dictionary, 2 edition “Isostasy”, New York, s. 975).

Kenyataan ini tidaklah diketahui siapapun pada saat Al Qur’an diturunkan dan baru terungkap sebagai hasil penemuan geologi modern di abad ke 19. Subhanallah.

 

Referensi :

  • Harun Yahya

  • Webster’s New Twentieth Century Dictionary

October 2, 2006 - Posted by | Geosciences & Al Qur'an

3 Comments »

  1. Ass wr wb
    Pertama salam kenal
    Kedua saya berpendapat mungkin kita perlu mendalami lebih jauh tentang al qur an, kalau kita langsung “menabrakkan” dengan teori yang sudah ada maka nanti bila terjadi perubahan terhadap teori itu maka al qur annya apakah juga akan berubah?. Mestinya Al Qur’an harus tetap.
    Untuk itu saya menyarankan melakukan riset berbasis Al Qur an (mencari hipotesis dari dalam Al Qur’an).
    Misalnya : Hipotesis GUNUNG SEBAGAI PASAK apa yang dimaksud dengan ini? apakah seperti isostasi itu? Apakah sebagai penyeimbang? penyeimbang iklim? tata air dsb. Deangan demikian kita masih terbuka untuk melakukan riset sampai ketemu apa yang dimaksud dengan pasak.

    Wass wr wb

    AW

    Comment by Amien Widodo | March 9, 2007 | Reply

  2. Wa’alaikumsalam
    Salam kenal juga Pak Amien Widodo. Sebelumnya saya minta maaf kalo ternyata teori yang dibahas dalam wacana yang ada seolah-olah “menabrak” apa yang disebutkan dalam Al Qur’an. Terus terang saya tidak ada niatan untuk menabrakkan teori yang ada dengan Al Qur an dimana kita setuju bahwa apa yg ada dalam Al Qur’an itu benar adanya. Sehingga apabila teori yang ada berbeda dgn Al Qur an maka sewajibnyalah kita percaya apa yang ada dalam Al Qur an.
    Pembahasan dalam contoh yang bapak kemukakan adalah sebagai berikut:
    Isostasy disini artinya adalah suatu istilah dimana terjadi fenomena dari material yang berberat jenis lebih kecil mengapung di atas material yang berberat jenis lebih besar. Contoh dalam hal ini adalah bongkah es dimana bongkah es tersebut bj nya lebih kecil dari air. Ini mempunyai analog yang sama dgn kerak benua yang mempunyai bj lebih kecil dari kerak samudera dan juga mantle yang ada dalam arus konveksi shg kerak benua mampu mengapung di atas mantle dalam arus konveksi (bj rata2 dr kerak benua=3110 kg/m3 ; bj rata2 mantle dlm arus konveksi=3190 kg/m3 ; dan bj rata2 kerak samudera=3230 kg/m3).
    Sedangkan gunung sebagai pasak, kalo boleh saya berpendapat: sependek pengetahuan saya magma yang terbentuk akibat subduksi yang terjadi kaya akan gas dan gas tersebut mengakibatkan berat jenis dari magma semakin kecil dibandingkan dgn material sekitarnya. Oleh karena itu magma yang ada mempunyai kecenderungan untuk naik ke atas menerobos batuan yang ada di atasnya sehingga terbentuklah apa yang disebut gunung api. Proses ini membentuk suatu sistem dimana magma yang terbentuk di bawah permukaan akhirnya berhubungan dgn permukaan melalui manifestasi gunung api dan karena bj kedua material (magma dan batuan sekitarnya) yang berbeda maka kita juga akan melihat fenomena isostasy yang sama dgn lempeng tektonik.
    Isostasy yang terbentuk dari sistem gunung api ini akhirnya mampu menjadi penyeimbang dan salah satunya ya penyeimbang tekanan dimana tekanan magma yang besar kadang terlepaskan melalui letusan gunung api. Bagaimana kalo tekanan dari magma tidak pernah terlepaskan? Bahaya lebih besar dari gunung api bisa terjadi seperti super volcano di Yellow Stone National Park di Wyoming (ini pun sudah dibantu dgn adanya geyser yang menyembur setiap saat), super volcano Gunung Toba, super volcano Gunung Tambora, dan teman-temannya yang lain.
    Mungkin ini yang bisa saya sampaikan dan sekali lagi sebelumnya minta maaf kalo wacana ini seolah-olah menurut bapak menabrakkan teori yang ada dgn Al Qur an. Prinsip saya adalah tidak ada di dunia ini yang benar adanya selain apa yang tersebut dalam Al Qur an. Untuk itulah saya masih berusaha mempelajari Al Qur an dgn lebih dalam sehingga Insya Allah bisa membantu kita berpikir lebih jauh. Terima kasih atas responnya.

    Comment by doddys | March 12, 2007 | Reply

  3. wah baru tau tuh ..gunung bisa bergerak..tak kira cuma diem aja……

    Comment by Hedon | July 1, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: