GEO Wacana

Ngangsuh Kaweruh

Bumi bergerak (Moving Earth)

move.gif Banyak yang sudah tahu bahwa bagian-bagian terluar dari bumi kita ini bergerak. Apalagi dengan adanya beberapa bencana yang sangatlah berkaitan dengan pergerakan ini seperti gempa bumi dan tsunami. Bagian-bagian terluar dari bumi ini bahasa kerennya “tectonic plate” atau lempeng tektonik. Apa sih lempeng tektonik ini dan bagaimana kok bisa bergerak? Apa benar lempeng-lempeng ini yang menjadi penyebab bencana-bencana seperti gempa bumi dan tsunami?

earth.gifLempeng tektonik ini adalah lapisan terluar dari bumi yang terdiri dari lapisan luar yang bernama “lithosphere” dan lapisan dalam yang bernama “astenosphere”. Lempeng-lempeng inilah yang menyusun bentuk rupa dari bumi kita sekarang. Mari kita lihat sejarahnya kenapa lempeng tektonik ini jadi populer. Adalah Alfred Wegener, ahli astronomi yang senang geofisika, yang pertama-tama menyatakan bahwa bumi kita ini dulunya satu yang disebut PANGAEA (berarti semua daratan)  dan terletak di kutub selatan. Dia menjelaskan bahwa gaya sentrifugal dari bumi ke arah khatulistiwa menyebabkan bumi ini terpecah-pecah. Teori beliau ini pada tahun 1912 sering disebut-sebut sebagai  “CONTINENTAL DRIFT”. Ngomong-ngomong tahunnya hampir sama dengan tahun berdirinya Institut Teknologi Bandung ya?

fossil.jpg Beliau berteori demikian bukan tanpa bukti akan tetapi beliau menggunakan beberapa bukti yang dapat meyakinkan teorinya ini. Salah satunya adalah penemuan fosil atau sisa-sisa makhluk hidup di beberapa benua yang kalau benua itu didekatkan jarak antar fosil itu cukup dekat dan masuk akal kalau memang dulunya makhluk hidup itu hidupnya berdekatan. Beliau juga mengatakan bahwa gunung-gunung itu terbentuk karena tabrakan dari kontinen-kontinen. Tapi banyak kalangan saat itu tidak percaya dengan teori ini.

Sampai akhirnya tahun 1929 adalah Arthur Holmes yang kembali mengemukakan bahwa bergeraknya lempeng-lempeng ini akibat konveksi panas dimana kalo suatu benda dipanaskan maka densitasnya akan berkurang dan muncul ke permukaan sampai benda tersebut dingin dan tenggelam lagi. Perubahan panas dingin ini dipercaya dapat menghasilkan arus yang mampu menggerakkan lempeng-lempeng di bumi. Dia mengumpamakan konveksi panas ini seperti konveyor yang dengan berubahnya tekanan dapat memecah lempeng-lempeng tersebut. Saat itu tidak banyak orang yang percaya sampai akhirnya di awal tahun 1960 dimana Harry Hess dan R. Deitz menggunakan beberapa bukti yang menguatkan bukti bahwa arus konveksi dari mantel bumi itu memang ada. Bukti ini ditunjang dengan penemuan-penemuan seperti pematang tengan samudera di lantai samudera dan beberapa temuan anomali geomagnetik. Mereka menyebut teorinya dengan sebutan “SEA FLOOR SPREADING” yang artinya pemekaran lantai samudera.


       

tectonicplates.jpg Berdasarkan temuan-temuan inilah beberapa ilmuwan terutama ahli kebumian mulai meyakini pergerakan beberapa lempeng di bumi. Lempeng ini bergerak beberapa sentimeter setiap tahunnya seperti tumbuhnya kuku kita. Di bumi ini ada 7 lempeng yang besar yaitu Pacific, North America, South America, African, Eurasian (lempeng dimana Indonesia berada), Australian, dan Antartica. Di bawah lempeng-lempeng inilah arus konveksi berada dan astenosphere (lapisan dalam dari lempeng) menjadi bagian yang terpanaskan oleh peluruhan radioaktif seperti Uranium, Thorium, dan Potasium. Bagian yang terpanaskan inilah yang menjadi sumber dari lava yang sering kita lihat di gunung berapi dan juga sumber dari material yang keluar di pematang tengah samudera dan membentuk lantai samudera yang baru. Magma ini terus keluar keatas di pematang tengah samudera dan menghasilkan aliran magma yang mengalir kedua arah berbeda dan menghasilkan kekuatan yang mampu membelah pematang tengah samudera. Pada saat lantai samudera tersebut terbelah, retakan terjadi di tengah pematang dan magma yang meleleh mampu keluar dan membentuk lantai samudera yang baru. 

 Kemudian lantai samudera tersebut bergerak menjauh dari pematang tengah samudera sampai dimana akhirnya bertemu dengan lempeng kontinen dan akan menyusup ke dalam karena berat jenisnya yang umumnya berkomposisi lebih berat dari berat jenis lempeng kontinen. Penyusupan lempeng samudera kedalam lempeng benua inilah yang menghasilkan zona subduksi atau penunjaman dan akhirnya lithosphere akan kembali menyusup ke bawah astenosphere dan terpanaskan lagi. Kejadian ini berlangsung secara terus-menerus. Wah ternyata bumi memang bergerak. Nah kalau memang bergerak, apa yang terjadi di daerah pertemuan lempeng tektonik?

 Daerah pertemuan lempeng ini umunya banyak menghasilkan gempa bumi dan kalo sumber gempa bumi ini ada di samudera maka besar kemungkinan terjadi tsunami. Tsunami itu apa? Nanti deh disambung di wacana yang lain biar nambah wacana. Pertemuan dari lempeng-lempeng tersebut adalah zona patahan dan bisa dibagi menjadi 3 kelompok. Mereka adalah patahan normal (normal fault), patahan naik (thrust fault), dan patahan geser (strike slipe fault). Selain ketiga kelompok ini ada satu lagi yang biasanya disebut tumbukan atau obduction dimana kedua lempeng sama-sama relatif ringan sehingga bertumbukan dan tidak menunjam seperti di selatan Iran dan di India dimana lempeng Arabian dan lempeng Indian bertumbukan dengan lempeng Eurasian. Patahan normal biasanya berhubungan dengan gaya extentional atau regangan sedangkan patahan naik berhubungan dengan compressional atau tegasan atau dorongan. Patahan geser banyak berhubungan dengan gaya transformasi. Nah Indonesia ada dimana?

world-stree-map_wsm2005_poster_large.jpg  Kalau melihat Indonesia, daerah kita terletak di pertemuan lempeng Australian dan Eurasian dimana lempeng Australian menyusup ke dalam zona eurasian sehingga membentuk zona subduksi sepanjang Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, Timur dan melingkar di Banda. Sedangkan Irian Jaya adalah tempat bertemunya beberapa lempeng yaitu Australian, Eurasian, Pasific, dan Philipine. Akibat dari terbentunya zona subduksi inilah maka banyak sekali ditemukan gunung berapi di Indonesia. Makanya orang-orang banyak menyebut daerah kita sebagai RING OF FIRE. Wow keren kan? Jadi jangan kaget kalo di negara kita sering dilanda gempa bumi dan tsunami karena daerah kita dibatasi oleh pertemuan lempeng-lempeng besar di dunia. Prinsip saya “The great nation is the nation surrounded by the great features”. Jadi banggalah sebagai warga negara Indonesia.

September 29, 2006 - Posted by | GeO

19 Comments »

  1. saya mau menambahkan sedikit wacana di situs ini . seperti dikatakan di atas bahwa indonesia terletak di antara lempeng Australian dan Eurasian kalau boleh saya mau berasumsi bahwa misal kedua lempeng ini saling mendesak dan bertubrukan maka lempeng Eurasian akan menyusup atau menaik di pulau sumatra dan jawa sehingga ini akan kemungkinan akan menyebabkan pulau jawa dan sumatra akan yenggelam ,kemungkinan pulau yang akan tenggelam terlebih dahulu adalah pulau jawa disusul pulau sumatra ,bali , dan nusa tenggara .di lain itu lempeng austaralian akan menyebabkan bersatunya kembali pulau irian dengan benua australia karena benua australia dan pulau irian itu sebenarnya satu daratan yang di pisahkan oleh dngkalan sahul dalam arti permukaan dangkalan sahul akan naik menjadi daratan sehingga akan menyebabkan kepulauan maluku dan sulawasi akan hilang .bagaimana nasib pulau kalimantan pulau kalimantan kemunggkinan tidak akan tenggelam karena apabila lempeng eurasian mendesak pulau kalimantan di lindungi pulau jawa dan filiphina (kemunggkinan filiphina akan tenggelam)selain itu bila lempeng australian mendesak maka pulau kalimantan dilindungi pulau irian dan dangkalan sahul yang naik ke daratan.

    Comment by nur yuliansyah | November 15, 2006 | Reply

  2. Mas Nur, sebelum saya menanggapi saya mau tanya dulu asumsi panjenengan. Di asumsi mas kan dibilang kalau lempeng Eurasia akan menyusup atau menaik di pulau Sumatera dan Jawa sehingga akan menyebabkan keduanya tenggelam. Kalo boleh saya menanggapi, sependek pengetahuan saya, lempeng Eurasia dan Australia memang bertumbukan tetapi lempeng Australialah yang menyusup ke dalam lempeng Eurasia sehingga bukan membuat Pulau Sumatera dan Jawa tenggelam tetapi malah mengangkat kedua pulau tersebut. Jadi ya ini mungkin segi positif adanya proses subduksi di selatan pulau jawa dan di sebalah barat sumatera. Pulau Jawa ini dulunya cuma setengah dan yang setengahnya masih tertutup laut. Nah dimulai sekitar 50-45 juta tahun yang lalu proses pengangkatan di selatan jawa makin intensif dan membuat jawa terdongkrak sehingga jadi muncul di permukaan. Nah kalo Irian dan Australia memang berbeda proses geologinya dibandingkan dengan Pulau Jawa dan Sumatera. Keduanya ini memang banyak kemiripan baik dari jenis dan umur batuan (lebih tua dari yang di Jawa). Nah kalo Maluku dan Sulawesi juga lain lagi mas. Terbentuknya kedua pulau ini sangat dipengaruhi oleh struktur geologi yang terjadi sebelum2nya. Jadi ya ndak usah kuatir Pulau Jawa dan Sumatera akan tenggelam kalo subduksi terus terjadi. Lain waktu saya akan posting artikel tentang kejadian Pulau Jawa.

    Comment by doddys | November 20, 2006 | Reply

  3. maaf, sy mo nanya, apa aja prodak-prodak yang dihasilkan oleh subdaksi,yang saya tau cma terbentuknya busur vulkanik

    Comment by udin | November 3, 2007 | Reply

  4. Saya senang anda mau menulis tentang geologi yg pada umumnya masyarakat kita masih awam tentang geologi itu sendiri. Oh ya sebelumnya salam kenal dari saya. Kalo dari cerita anda sepertinya anda dari ITB, Bandung ya. Jika ya, saya dulu punya dosen yg berasal dari Geologi ITB, beliau2 itu adalah : Prof. Rubini (istilah temen2 waktu itu diganti dengan rubokin, karena bokin itu kan artinya bini) waktu itu mengajar Petrologi, Prof. DR. Harsono (Paleontologi), Dr. Emmy Suparka dan DR. Sukendar Asikin (Geologi Struktur) Apakah beliau2 ini masih mengajar di ITB?

    Comment by Rudy W | November 8, 2007 | Reply

  5. Saya senang anda mau menulis tentang geologi yg pada umumnya masyarakat kita masih awam tentang geologi itu sendiri. Oh ya sebelumnya salam kenal dari saya. Kalo dari cerita anda sepertinya anda dari ITB, Bandung ya. Jika ya, saya dulu punya dosen yg berasal dari Geologi ITB, beliau2 itu adalah : Prof. Rubini (istilah temen2 waktu itu diganti dengan rubokin, karena bokin itu kan artinya bini) waktu itu mengajar Petrologi, Prof. DR. Harsono (Paleontologi), Dr. Emmy Suparka dan DR. Sukendar Asikin (Geologi Struktur) Apakah beliau2 ini masih mengajar di ITB? Saya alumnus dari geologi Trisakti angkatan 1983.

    Comment by Rudy W | November 8, 2007 | Reply

  6. saya setuju pendapatnya doddy, bukti2 itu bisa kita liat pada formasi karang sambung, sebelah North East kota kebumen dimana itu adalh merupakan daerah melange, yg merupakan daerah Sub-duksi (subduction zone) yang terangkat.

    Comment by Rudy W | November 8, 2007 | Reply

  7. Buat Udin, produk2 subduksi ada banyak salah satunya busur vulkanik. Di depan busur vulkanik bisa terbentuk cekungan untuk hidrokarbon (forearc basin). Kalo petroleum system di cekungan forearc ini bisa dipenuhi, minyak dan gas bumi bisa ditemukan juga di cekungan ini. Biasanya mempunyai geothermal gradient yang tinggi karena dekat dengan zona subduksi. Selain itu, ke arah lautan, banyak dijumpai akresi2 yang berkaitan dengan sesar2 naik dan banyak gempa yang berasosiasi dgn daerah ini disamping zona subduksi itu sendiri. Contohnya gempa2 dangkal yang ada di pulau luar Sumatera (Nias, Mentawai, dkk). Batuan ophiolit yang banyak berasosiasi dgn melange juga bisa dijumpai sebagai produk proses subduksi seperti yang Mas Rudy kemukakan. Luk Ulo memang salah satu contoh yang bisa dijumpai sebagai produk subduksi. Tidak lupa pula mineralisasi emas atau tembaga kadang juga berkaitan dengan proses subduksi. Jadi intinya selain subduksi memberikan efek negatif (gempa dan tsunami) proses ini juga memberikan efek positif (kemungkinan cadangan minyak dan mineral), pengetahuan (science) yang bisa dijadikan pelajaran buat apa yang terjadi sekarang, dll.
    Buat Mas Rudy, saya memang dari Geologi-ITB angkatan 1993. Say kenal semua dosen itu terlebih-lebih Prof. Rubini soalnya thesis saya juga banyak sangkut-pautnya dengan penelitian dia di sepanjang Pulau Jawa sampai Sulawesi. Cuma saya sekarang banting setir ke dunia perminyakan jadi petrologi sedikit ketinggalan berita hehehehe. Bu Emmy waktu itu jadi ketua jurusan.

    Comment by Doddy | November 8, 2007 | Reply

  8. assalamualikum.wr.wb
    kang gmn caranya menambahkan kalender,laman komentar spt ini dan rss dalam laman blog?ajarin dong caranya.jawaban kirim aja ke email saya Ust_03almisri@yahoo.co.id

    Comment by Al misri | February 26, 2008 | Reply

  9. kurang lengkap

    Comment by gigih | April 10, 2008 | Reply

  10. bikin gambar benua sama dunia yg bisa bergerak muter muter dunk, tapi gratis

    Comment by sevie | January 17, 2009 | Reply

  11. Y ALLAH klo memang itu akan ter jadi semoga saja seluruh kerabat dan keluarga ku selamat dan dosa2 mereka d ampuni Y ALLAH… AMIN

    Comment by karina ... | October 3, 2009 | Reply

  12. akulah satraia baja hitam

    Comment by rudy | October 19, 2009 | Reply

  13. astagfirullah hal azimmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

    Comment by daffa | December 17, 2009 | Reply

  14. mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
    mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

    Comment by daffa | December 17, 2009 | Reply

  15. biasa za x……

    Comment by nha | January 13, 2010 | Reply

  16. tolong di berikan gambar agar lebih mudah memahaminya,
    jika perlu pake animasi gambar aja agar lebih menarik
    trim’s…

    Comment by ria elmuslimah | January 7, 2011 | Reply

  17. kalo terbentuknya samudra arktik sama atlantik gimana ya ?
    tong d jawab yah, butuh baget
    kirim ke email saya ya..
    dinnur.laila@gmail.com

    Comment by dinnur laila | February 9, 2011 | Reply

  18. kalo terbentuknya samudra arktik sama atlantik gimana ya ?
    tong d jawab yah, butuh baget
    kirim ke email saya ya..
    dinnur.laila@gmail.com

    tolong ya

    Comment by dinnur laila | February 9, 2011 | Reply

  19. bagus bangeet, tapi saya mau tanya klu trbntuknya samudra arktik dan atlantik gmna yach, tolng strai gmbarnya kah..

    tolong kirim ke email saya yach…

    Feyselmawara@yahoo.com

    Comment by feysel | November 28, 2013 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: