<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>GEO Wacana</title>
	<atom:link href="http://doddys.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doddys.wordpress.com</link>
	<description>Ngangsuh Kaweruh</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 11:04:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='doddys.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>GEO Wacana</title>
		<link>http://doddys.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://doddys.wordpress.com/osd.xml" title="GEO Wacana" />
	<atom:link rel='hub' href='http://doddys.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ROCK CYCLE / SIKLUS BATUAN</title>
		<link>http://doddys.wordpress.com/2008/02/19/rock-cycle-siklus-batuan/</link>
		<comments>http://doddys.wordpress.com/2008/02/19/rock-cycle-siklus-batuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 22:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doddys</dc:creator>
				<category><![CDATA[GeO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doddys.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya kita sudah tahu bahwa di bumi ada tiga jenis batuan yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga batuan tersebut dapat berubah menjadi batuan metamorf tetapi ketiganya juga bisa berubah menjadi batuan lainnya. Semua batuan akan mengalami pelapukan dan erosi menjadi partikel-partikel atau pecahan-pecahan yang lebih kecil yang akhirnya juga bisa membentuk batuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=221&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><span style="font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/oum_rock.gif" title="oum_rock.gif"><img align="right" width="117" src="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/oum_rock.thumbnail.gif?w=117&#038;h=123" alt="oum_rock.gif" height="123" /></a><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/rock_cycle.jpg" title="rock_cycle.jpg"><img align="left" width="150" src="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/rock_cycle.thumbnail.jpg?w=150&#038;h=126" alt="rock_cycle.jpg" height="126" style="width:150px;height:124px;" /></a>Sebelumnya kita sudah tahu bahwa di bumi ada tiga jenis batuan yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga batuan tersebut dapat berubah menjadi batuan metamorf tetapi ketiganya juga bisa berubah menjadi batuan lainnya. Semua batuan akan mengalami pelapukan dan erosi menjadi partikel-partikel atau pecahan-pecahan yang lebih kecil yang akhirnya juga bisa membentuk batuan sedimen. Batuan juga bisa melebur atau meleleh menjadi magma dan kemudian kembali menjadi batuan beku. Kesemuanya ini disebut siklus batuan atau <b><em>ROCK CYCLE</em></b>.<span id="more-221"></span></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"> <a href="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/weathering.jpg" title="weathering.jpg"><img align="right" src="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/weathering.thumbnail.jpg" alt="weathering.jpg" /></a></span><span style="font-family:Arial;">Semua batuan yang ada di permukaan bumi akan mengalami pelapukan. Penyebab pelapukan tersebut ada 3 macam:</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"><strong>Pelapukan secara fisika</strong>: perubahan suhu dari panas ke dingin akan membuat batuan mengalami perubahan. Hujan pun juga dapat membuat rekahan-rekahan yang ada di batuan menjadi berkembang sehingga proses-proses fisika tersebut dapat membuat batuan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"><strong>Pelapukan secara kimia</strong>: beberapa jenis larutan kimia dapat bereaksi dengan batuan seperti contohnya larutan HCl akan bereaksi dengan batu gamping. Bahkan air pun dapat bereaksi melarutan beberapa jenis batuan. Salah satu contoh yang nyata adalah “hujan asam” yang sangat mempengaruhi terjadinya pelapukan secara kimia.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"><strong>Pelapukan secara biologi</strong>: Selain pelapukan yang terjadi akibat proses fisikan dan kimia, salah satu pelapukan yang dapat terjadi adalah pelapukan secara biologi. Salah satu contohnya adalah pelapukan yang disebabkan oleh gangguan dari akar tanaman yang cukup besar. Akar-akar tanaman yang besar ini mampu membuat rekahan-rekahan di batuan dan akhirnya dapat memecah batuan menjadi bagian yang lebih kecil lagi.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/erosion.jpg" title="erosion.jpg"><img align="right" src="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/erosion.thumbnail.jpg" alt="erosion.jpg" /></a>Setelah batuan mengalami pelapukan, batuan-batuan tersebut akan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi sehingga mudah untuk berpindah tempat. Berpindahnya tempat dari partikel-partikel kecil ini disebut erosi. Proses erosi ini dapat terjadi melalui beberapa cara:</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"><strong>Akibat grafitasi</strong>: akibat adanya grafitasi bumi maka pecahan batuan yang ada bisa langsung jatuh ke permukaan tanah atau menggelinding melalui tebing sampai akhirnya terkumpul di permukaan tanah.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"><strong>Akibat air</strong>: air yang melewati pecahan-pecahan kecil batuan yang ada dapat mengangkut pecahan tersebut dari satu tempat ke tempat yang lain. Salah satu contoh yang dapat diamati dengan jelas adalah peranan sungai dalam mengangkut pecahan-pecahan batuan yang kecil ini.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"><strong>Akibat angin</strong>: selain air, angin pun dapat mengangkut pecahan-pecahan batuan yang kecil ukurannya seperti halnya yang saat ini terjadi di daerah gurun.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"><strong>Akibat glasier</strong>: sungai es atau yang sering disebut glasier seperti yang ada di Alaska sekarang juga mampu memindahkan pecahan-pecahan batuan yang ada.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/deposition.jpg" title="deposition.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/deposition.thumbnail.jpg" alt="deposition.jpg" /></a>Pecahan-pecahan batuan yang terbawa akibat erosi tidak dapat terbawa selamanya. Seperti halnya sungai akan bertemu laut, angin akan berkurang tiupannya, dan juga glasier akan meleleh. Akibat semua ini, maka pecahan batuan yang terbawa akan terendapkan. Proses ini yang sering disebut proses pengendapan. Selama proses pengendapan, pecahan batuan akan diendapkan secara berlapis dimana pecahan yang berat akan diendapkan terlebih dahulu baru kemudian diikuti pecahan yang lebih ringan dan seterusnya. Proses pengendapan ini akan membentuk perlapisan pada batuan yang sering kita lihat di batuan sedimen saat ini.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/compaction.jpg" title="compaction.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/compaction.thumbnail.jpg" alt="compaction.jpg" /></a>Pada saat perlapisan di batuan sedimen ini terbentuk, tekanan yang ada di perlapisan yang paling bawah akan bertambah akibat pertambahan beban di atasnya. Akibat pertambahan tekanan ini, air yang ada dalam lapisan-lapisan batuan akan tertekan sehingga keluar dari lapisan batuan yang ada. Proses ini sering disebut kompaksi. Pada saat yang bersamaan pula, partikel-partikel yang ada dalam lapisan mulai bersatu. Adanya semen seperti lempung, silika, atau kalsit diantara partikel-partikel yang ada membuat partikel tersebut menyatu membentuk batuan yang lebih keras. Proses ini sering disebut sementasi. </span><span style="font-family:Arial;">Setelah proses kompaksi dan sementasi terjadi pada pecahan batuan yang ada, perlapisan sedimen yang ada sebelumnya berganti menjadi batuan sedimen yang berlapis-lapis. Batuan sedimen seperti batu pasir, batu lempung, dan batu gamping dapat dibedakan dari batuan lainnya melalui adanya perlapisan, butiran-butiran sedimen yang menjadi satu akibat adanya semen, dan juga adanya fosil yang ikut terendapkan saat pecahan batuan dan fosil mengalami proses erosi, kompaksi dan akhirnya tersementasikan bersama-sama.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/metamorphism.jpg" title="metamorphism.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/metamorphism.thumbnail.jpg" alt="metamorphism.jpg" /></a>Pada kerak bumi yang cukup dalam, tekanan dan suhu yang ada sangatlah tinggi. Kondisi tekanan dan suhu yang sangat tinggi seperti ini dapat mengubah mineral yang dalam batuan. Proses ini sering disebut proses metamorfisme. Semua batuan yang ada dapat mengalami proses metamorfisme. Tingkat proses metamorfisme yang terjadi tergantung dari:</span></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Apakah batuan yang ada terkena efek tekanan dan atau suhu yang tinggi.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Apakah batuan tersebut mengalami perubahan bentuk.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Berapa lama batuan yang ada terkena tekanan dan suhu yang tinggi.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/melting.jpg" title="melting.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/melting.thumbnail.jpg" alt="melting.jpg" /></a>Dengan bertambahnya dalam suatu batuan dalam bumi, kemungkinan batuan yang ada melebur kembali menjadi magma sangatlah besar. Ini karena tekanan dan suhu yang sangat tinggi pada kedalaman yang sangat dalam. Akibat densitas dari magma yang terbentuk lebih kecil dari batuan sekitarnya, maka magma tersebut akan mencoba kembali ke permukaan menembus kerak bumi yang ada. Magma juga terbentuk di bawah kerak bumi yaitu di mantle bumi. Magma ini juga akan berusaha menerobos kerak bumi untuk kemudian berkumpul dengan magma yang sudah terbentuk sebelumnya dan selanjutnya berusaha menerobos kerak bumi untuk membentuk batuan beku baik itu plutonik ataupun vulkanik.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/extrusive.jpg" title="extrusive.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/extrusive.thumbnail.jpg" alt="extrusive.jpg" /></a><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/extrusive.jpg" title="extrusive.jpg"></a>Kadang-kadang magma mampu menerobos sampai ke permukaan bumi melalui rekahan atau patahan yang ada di bumi. Pada saat magma mampu menembus permukaan bumi, maka kadang terbentuk ledakan atau sering disebut volcanic eruption. Proses ini sering disebut proses ekstrusif. Batuan yang terbentuk dari magma yang keluar ke permukaan disebut batuan beku ekstrusif. Basalt dan pumice (batu apung) adalah salah satu contoh batuan ekstrusif. Jenis batuan yang terbentuk akibat proses ini tergantung dari komposisi magma yang ada. Umumnya batuan beku ekstrusif memperlihatkan cirri-ciri berikut:</span></p>
<p></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Butirannya sangatlah kecil. Ini disebabkan magma yang keluar ke permukaan bumi mengalami proses pendinginan yang sangat cepat sehingga mineral-mineral yang ada sebagai penyusun batuan tidak mempunyai banyak waktu untuk dapat berkembang.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Umumnya memperlihatkan adanya rongga-rongga yang terbentuk akibat gas yang terkandung dalam batuan atau yang sering disebut “gas bubble”.</span></li>
</ol>
<p align="left"><span style="font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/intrusive.jpg" title="intrusive.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/intrusive.thumbnail.jpg" alt="intrusive.jpg" /></a>Batuan yang meleleh akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi sering membentuk magma chamber dalam kerak bumi. Magma ini bercampur dengan magma yang terbentuk dari mantle. Karena letak magma chamber yang relatif dalam dan tidak mengalami proses ekstrusif, maka magma yang ada mengalami proses pendinginan yang relatif lambat dan membentuk kristal-kristal mineral yang akhirnya membentuk batuan beku intrusif. Batuan beku intrusif dapat tersingkap di permukaan membentuk pluton. Salah satu jenis pluton terbesar yang tersingkap dengan jelas adalah batholit seperti yang ada di Sierra Nevada &#8211; USA yang merupakan batholit granit yang sangat besar. Gabbro juga salah satu contoh batuan intrusif. Jenis batuan yang terbentuk akibat proses ini tergantung dari komposisi magma yang ada. Umumnya batuan beku intrusif memperlihatkan cirri-ciri berikut:</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Butirannya cukup besar. Ini disebabkan magma yang keluar ke permukaan bumi mengalami proses pendinginan yang sangat lambat sehingga mineral-mineral yang ada sebagai penyusun batuan mempunyai banyak waktu untuk dapat berkembang.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Biasanya mineral-mineral pembentuk batuan beku intrusif memperlihatkan angular interlocking.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Proses-proses inilah semua yang terjadi dimasa lampau, sekarang, dan yang akan datang. Terjadinya proses-proses ini menjaga keseimbangan batuan yang ada di bumi.</span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"><em>Referensi :</em></span></p>
<ul>
<li>
<div style="line-height:150%;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;">Oxford University Museum - <a href="http://www.oum.ox.ac.uk/">http://www.oum.ox.ac.uk/</a></span></div>
</li>
</ul>
<p></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doddys.wordpress.com/221/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doddys.wordpress.com/221/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doddys.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doddys.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doddys.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doddys.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doddys.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doddys.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doddys.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doddys.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doddys.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doddys.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doddys.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doddys.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doddys.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doddys.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=221&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doddys.wordpress.com/2008/02/19/rock-cycle-siklus-batuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>92</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/066978b1ce620b910316f76b9f8e9f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doddys</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/oum_rock.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">oum_rock.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/rock_cycle.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rock_cycle.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/weathering.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">weathering.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/erosion.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">erosion.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/deposition.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">deposition.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/compaction.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">compaction.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/metamorphism.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">metamorphism.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/melting.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">melting.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/extrusive.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">extrusive.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2008/02/intrusive.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">intrusive.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH PENCARIAN MINYAK BUMI DI THAILAND</title>
		<link>http://doddys.wordpress.com/2008/01/31/sejarah-pencarian-minyak-bumi-di-thailand/</link>
		<comments>http://doddys.wordpress.com/2008/01/31/sejarah-pencarian-minyak-bumi-di-thailand/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 16:55:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doddys</dc:creator>
				<category><![CDATA[GeO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doddys.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Pencarian minyak bumi di Thailand dimulai pada tahun 1921 dimana saat itu Kepala Departemen Kereta Api yang dikepalai oleh Pangeran Kamphaengphet Akara Yothin memerintahkan geologist Amerika untuk mencari minyak bumi di daerah utara sekitar Chiang Mai di Cekungan Fang. Tujuan pencarian minyak bumi dan juga batubara ini dimaksudkan untuk mengganti penggunaan kayu bakar yang digunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=218&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2008/01/thai.jpg" title="thai.jpg"><img align="left" width="150" src="http://doddys.files.wordpress.com/2008/01/thai.thumbnail.jpg?w=150&#038;h=97" alt="thai.jpg" height="97" style="width:148px;height:94px;" /></a>Pencarian minyak bumi di Thailand dimulai pada tahun 1921 dimana saat itu Kepala Departemen Kereta Api yang dikepalai oleh Pangeran Kamphaengphet Akara Yothin memerintahkan geologist Amerika untuk mencari minyak bumi di daerah utara sekitar Chiang Mai di Cekungan Fang. Tujuan pencarian minyak bumi dan juga batubara ini dimaksudkan untuk mengganti penggunaan kayu bakar yang digunakan untuk bahan bakar penggerak tenaga uap yang masih digunakan kereta api jaman dulu di Thailand. Akhir dari pencarian minyak bumi dan coal tersebut disimpulkan bahwa Cekungan Fang bukan termasuk salah satu cekungan besar yang mampu menyimpan banyak minyak bumi.</span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span id="more-218"></span><span style="font-family:Arial;">Sampai akhirnya pada tahun 1954, ditemukanlah pertama kali minyak bumi di cekungan Fang di Chai Prakarn di Cekungan Fang yang ada di Chiang Mai. Adalah Departemen Pertambangan (Department of Mines) yang sekarang berganti nama menjadi Departemen Sumber Daya Mineral (Department of Mineral Resources) yang akhirnya menemukan minyak bumi ini di Cekungan Fang di Chiang Mai. Produk dari minyak bumi yang ditemukan tersebut sebagian digunakan aspalnya.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Pada tahun 1968, pemerintah Thailand membuat kebijaksanaan untuk mengundang beberapa perusahaan minyak dari luar Thailand untuk melakukan pencarian minyak bumi di Thailand. Union Oil yang kemudian berubah nama menjadi Unocal akhirnya menemukan lapangan gas terbesar saat itu di lepas pantai Teluk Thailand. Nama lapangan gas tersebut adalah Erawan dan ditemukan pada tahun 1973. Penemuan ini akhirnya dilanjutkan dengan pengeboran development untuk mendapatkan produksi lebih banyak dari lapangan gas tersebut. Akan tetapi pengeboran development yang pertama tidak sukses karena data bawha permukaannya berbeda dari yang diperkirakan. Untuk mengurangi tingkat ketidak tentuan ini akhirnya diputuskan untuk melakukansurvei seismic setelah penemuan lapangan gas tersebut. </span><span style="font-family:Arial;"> </span></span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Di tahun 1971, untuk menambah daya tarik buat investor asing terutama perusahaan-perusahaan minyak dari luar Thailand, akhirnya pemerintah Thailand mengeluarkan peraturannya pertama yang mengatur tata cara melakukan pencarian minyak di Thailand dan bagaimana pembagian hasilnya setelah ada penemuan. Peraturan ini tertuang dalam “Petroleum Act and Petroleum Income Tax”. Pembagian hasil yang ada tidak seperti di Indonesia yang menggunakan system PSC (Production Sharing Contract) tetapi lebih menggunakan Royalty dan Tax lewat system Concession. Pengaturan bagi hasilnya adalah berdasarkan dari royalty yang menggunakan sliding scale rate (tergantung jumlah produksi per bulan) dan tax. Royalty berkisar antara 5-15% yang didasarkan dari jumlah produksi per bulannya. Sedangkan tax yang diberlakukan adalah 50% dari net income.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Tahun 1981, masuklah Thai Shell dalam pencarian minyak bumi di onshore Thailand. Sumur eksplorasi pertama adalah PTO-A01 dan ditemukan minyak bumi tapi dalam jumlah yang tidak komersial saat itu. Sumur eksplorasi berikutnya adalah LKU-A01 yang akhirnya menemukan minyak bumi dalam jumlah yang komersial di daerah Lan Krabu provinsi Khamphaengphet. Penemuan lapangan minyak ini akhirnya diberi nama Sirikit Field yang tidak lain adalah nama dari permaisuri Thailand saat ini. </span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Tahun tanggal 20 Juni 1985, Petroleum Authority of Thailand Plc. (PTT) mendirikan Petroleum Authority of Thailand exploration and Production Public Company Limited (PTTEP). Salah satu tujuan dari PTTEP adalah mencari, mengembangkan, dan memproduksi lapangan-lapangan gas dan minyak bumi yang ada di Thailand. Ini sesuai dengan tekat pemerintah Thailand untuk menguatkan stabilitas energi di Thailand dan juga mengurangi jumlah import dari luar Thailand.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Sampai akhirnya sekarang banyak perusahaan-perusahaan minyak dunia baik yang besar maupun kecil yang akhirnya masuk ke Thailand. Intensitas pengeboran yang ada di Thailand juga sangat tinggi karena kebutuhan domestic yang juga meningkat tajam dari 22482 barrels of oil equivalent per day pada tahun 1960 menjadi 1051500 barrels of oil equivalent per day pada tahun 2003. Ini berarti dalam 43 tahun jumlah kenaikan sebesar hampir 50 kali lipatnya. Itulah sebabnya pengeboran development di daerah Thailand sangat cepat dilakukan untuk memenuhi target yang ada.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doddys.wordpress.com/218/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doddys.wordpress.com/218/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doddys.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doddys.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doddys.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doddys.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doddys.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doddys.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doddys.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doddys.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doddys.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doddys.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doddys.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doddys.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doddys.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doddys.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=218&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doddys.wordpress.com/2008/01/31/sejarah-pencarian-minyak-bumi-di-thailand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/066978b1ce620b910316f76b9f8e9f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doddys</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2008/01/thai.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">thai.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAGAIMANA HIDROKARBON BISA SAMPAI KE PERMUKAAN?</title>
		<link>http://doddys.wordpress.com/2007/10/26/bagaimana-hidrokarbon-bisa-sampai-ke-permukaan/</link>
		<comments>http://doddys.wordpress.com/2007/10/26/bagaimana-hidrokarbon-bisa-sampai-ke-permukaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2007 15:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doddys</dc:creator>
				<category><![CDATA[GeO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doddys.wordpress.com/2007/10/26/bagaimana-hidrokarbon-bisa-sampai-ke-permukaan/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin sudah banyak yang tahu bagaimana hidrokarbon (minyak dan gas bumi) bisa sampai ke permukaan setelah dilakukan pengeboran. Terlebih-lebih orang-orang yang bekerja di perusahaan minyak (geologist, geophysicist, reservoir engineer, dan juga production engineer). Tetapi mungkin dari kita ada juga yang belum tahu bagaimana hidrokarbon bisa sampai ke permukaan. Sebenarnya waktu di sekolah kita sudah diajarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=215&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/drives.gif" title="drives.gif"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/drives.thumbnail.gif" alt="drives.gif" /></a>Mungkin sudah banyak yang tahu bagaimana hidrokarbon (minyak dan gas bumi) bisa sampai ke permukaan setelah dilakukan pengeboran. Terlebih-lebih orang-orang yang bekerja di perusahaan minyak (geologist, geophysicist, reservoir engineer, dan juga production engineer). Tetapi mungkin dari kita ada juga yang belum tahu bagaimana hidrokarbon bisa sampai ke permukaan. Sebenarnya waktu di sekolah kita sudah diajarkan bagaimana fluida berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Ada beberapa faktor yang membuat fluida berpindah tempat dan diantaranya yang paling berperan dalam perpindahan fluida ini adalah <u>TEKANAN</u>. </span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span id="more-215"></span><span style="font-family:Arial;">Fluida akan berpindah dari tekanan yang tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Demikian pula halnya dengan hidrokarbon. Tekanan alami dalam batuan reservoir yang mendorong hidrokarbon keluar dari batuan reservoir ke dalam lubang sumur sampai kemudian ke permukaan disebut mekanisme dorongan (drive mechanism).<span>  </span>Mekanisme dorongan yang ada dalam batuan reservoir ini ada beberapa macam, diantaranya adalah dorongan dari gas (gas drive), dorongan dari air (water drive) , kombinasi kedua dorongan tersebut, dan terakhir adalah dorongan akibat grafitasi (gravity drainage). </span><span style="font-family:Arial;">Dari semua jenis dorongan yang ada, dorongan dari air adalah dorongan yang paling efisien kemudian diikuti dorongan dari gas dan seterusnya adalah akibat grafitasi.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Tahap pertama dari produksi hidrokarbon adalah pada saat energi alami yang ada dalam batuan reservoir bertindak sebagai pendorong hidrokarbon dari batuan reservoir ke lubang sumur sampai akhirnya ke permukaan. Energi alami ini bisa berupa dorongan dari gas, air, atau bahkan gaya grafitasi yang ada. Awalnya tekanan reservoir yang ada selalu lebih tinggi dari tekanan lubang sumur yang paling bawah. Perbedaan tekanan yang cukup tinggi inilah yang mendorong hidrokarbon ke lubang sumur sampai akhirnya ke permukaan. Akan tetapi, dengan bertambah turunnya tekanan reservoir akibat produksi, perbedaan tekanan yang ada sebelumnya juga semakin berkurang. Untuk mengurangi tekanan lubang sumur paling bawah atau menaikkan perbedaan tekanan yang ada sehingga mampu menaikkan produksi, sangatlah perlu untuk menggunakan system pengangkatan tambahan (artificial lift system). </span></span></p>
<p></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;">Beberapa artificial lift system yang kita tahu bisa berupa rod pump, electrical submersible pump(ESP) dan juga gas lift system. Penggunaan artificial lift system ini masih dikelompokkan ke dalam primary recovery.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;">Tahap primary recovery umumnya mencapai batasnya pada saat tekanan reservoir sangat rendah sehingga kecepatan produksi tidak ekonomis atau pada saat perbandingan antara gas dan air sangat besar dimana jumlah air yang terproduksi sangatlah besar. Pada tahapan primary recovery ini hanya sebagian kecil hidrokarbon saja yang bisa terproduksi. Biasanya antara 10-15 persen dari jumlah hidrokarbon yang terkandung dalam reservoir.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></span><span style="font-family:Arial;"> </span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/gas-drive.gif" title="gas-drive.gif"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/gas-drive.thumbnail.gif" alt="gas-drive.gif" /></a>Dorongan dari gas bisa dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu akibat gas cap (gas yang terakumulasikan di atas jebakan) dan yang satu lagi adalah solution gas (gas yang terlarut dalam fluida pada tekanan dan suhu tertentu. </span><span style="font-family:Arial;">Gas cap adalah salah satu jenis mekanisme dorongan dimana energi yang digunakan untuk produksi dari fluida batuan reservoir dihasilkan oleh pengembangan (expansion) dari gas baik itu gas yang terjebak di bagian atas jebakan ataupun gas yang ada dalam fasa minyak. </span><span style="font-family:Arial;">Dorongan gas terlarut (solution gas) adalah salah satu jenis mekanisme dorongan dimana energi yang digunakan untuk produksi berasal dari gas yang terlarut dalam fluida. Pada saat fluida dari reservoir keluar dari reservoir itu sendiri dan masuk melewati lubang sumur, perubahan tekanan membuat gas terpisah dari larutan dan bersama-sama terproduksi bersama cairan yang ada. Gas akan tetap ada dalam larutan sampai tekanan atau suhu berubah sehingga gas akan benar-benar terpisah dari cairan.</span><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/water-drive.gif" title="water-drive.gif"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/water-drive.thumbnail.gif" alt="water-drive.gif" /></a>Dorongan air (water drive) adalah salah satu mekanisme dorongan dimana minyak terdorong dalam batuan reservoir oleh akuifer yang sangat aktif. Pada saat tekanan reservoir berkurang, air dari bawah akuifer akan mendorong dan akhirnya menerobos sampai akhirnya sumur memproduksi banyak air sehingga hidrokarbon kurang bisa terproduksi secara maksimal. Sebaliknya, air akan lebih terproduksi dalam jumlah yang cukup banyak sehingga sampai akhirnya sumur tidak bisa memproduksi hidrokarbon.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doddys.wordpress.com/215/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doddys.wordpress.com/215/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doddys.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doddys.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doddys.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doddys.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doddys.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doddys.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doddys.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doddys.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doddys.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doddys.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doddys.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doddys.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doddys.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doddys.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=215&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doddys.wordpress.com/2007/10/26/bagaimana-hidrokarbon-bisa-sampai-ke-permukaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/066978b1ce620b910316f76b9f8e9f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doddys</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/drives.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">drives.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/gas-drive.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">gas-drive.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/water-drive.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">water-drive.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan kita berlebaran tahun 2007?</title>
		<link>http://doddys.wordpress.com/2007/10/11/kapan-kita-berlebaran-tahun-2007/</link>
		<comments>http://doddys.wordpress.com/2007/10/11/kapan-kita-berlebaran-tahun-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 08:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doddys</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geosciences & Al Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doddys.wordpress.com/2007/10/11/kapan-kita-berlebaran-tahun-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang di Indonesia bilang tanggal 12 Oktober 2007 dan sebagian lagi bilang tanggal 13 Oktober 2007. Lho kok bisa? Kenapa berbeda? Sebagaimana diketahui, masuknya bulan baru dalam kalender Hijriah, adalah setelah tenggelamnya matahari atau setelah masuknya malam. Dengan demikian selesai sholat Maghrib biasanya dilakukan ru’yat dibeberapa tempat karena setelah magrib mudah untuk melihat hilal. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=209&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/lebaran.jpg" title="lebaran.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/lebaran.thumbnail.jpg" alt="lebaran.jpg" /></a>Sebagian orang di Indonesia bilang tanggal 12 Oktober 2007 dan sebagian lagi bilang tanggal 13 Oktober 2007. Lho kok bisa? Kenapa berbeda? <span id="more-209"></span></p>
<p>Sebagaimana diketahui, masuknya bulan baru dalam kalender Hijriah, adalah setelah tenggelamnya matahari atau setelah masuknya malam. Dengan demikian selesai sholat Maghrib biasanya dilakukan ru’yat dibeberapa tempat karena setelah magrib mudah untuk melihat hilal. Sebelumnya, mari kita lihat kira-kira dimana posisi bulan pada tanggal 11 Oktober 2007 dengan menggunakan software HomePlanet. Kenapa perlu tahu posisi bulan tanggal 11 Oktober 2007? Lha ini karena Muhammadiyah kan mau lebaran tanggal 12 Oktober 2007, jadi ya kita perlu tahu dimana kira-kira letak bulan tanggal 11 Oktober 2007 sehingga mereka ada alasan bisa berlebaran tanggal 12 Oktober 2007.</p>
<p><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/posisibulan11oct2007_siang.jpg" title="posisibulan11oct2007_siang.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/posisibulan11oct2007_siang.thumbnail.jpg" alt="posisibulan11oct2007_siang.jpg" /></a>Gambar 1. Posisi bulan pada tanggal 11 Oktober 2007 jam 12:02 WIB (bulan baru ada diatas selat Sunda). Dari posisi bulan pada tanggal 11 Oktober 2007 pada jam 12:00 siang hari terlihat bulan ada di sekitar Selat Sunda. Kalau kita berusaha melihat bulan pada waktu itu tentu tidak akan mudah bahkan susah terlihat, karena hari sangat terik (jam 12:00 WIB siang). Seperti yang biasa dilakukan, Ru&#8217;yat dilaksanakan setelah Maghrib. Oleh karena itu kita bisa bertanya, dimana posisi bulan pada waktu malam datang (setelah sholat Maghrib) pada tanggal 11 Oktober 2007 tersebut?</p>
<p><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/posisibulan11oct2007_maghrib.jpg" title="posisibulan11oct2007_maghrib.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/posisibulan11oct2007_maghrib.thumbnail.jpg" alt="posisibulan11oct2007_maghrib.jpg" /></a>Gambar 2. Posisi bulan pada jam 18:03 (waktu Maghrib di Bangkok) tanggal 11 Oktober 2007. Terlihat pada gambar 2, jika Ru&#8217;yat dilakukan pada 11 Oktober 2007 jam 18:03 waktu Bangkok, maka kemungkinan besar di daerah Thailand dan Indonesia sudah tidak bisa melihat bulan (bulan tidak bisa di ru&#8217;yat).</p>
<p><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/posisibumidrbulan_11oct2007_maghrib.jpg" title="posisibumidrbulan_11oct2007_maghrib.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/posisibumidrbulan_11oct2007_maghrib.thumbnail.jpg" alt="posisibumidrbulan_11oct2007_maghrib.jpg" /></a>Perhatikan bahwa pada software HomePlanet kita juga bisa mensimulasikan seolah-olah kita sedang berada di bulan lalu kita memandang ke bumi. Perhatikan pada gambar 3, bumi dilihat dari bulan pada 11 Oktober 2007 jam 18:03 waktu Bangkok, Indonesia sudah tidak terlihat lagi. Yang terlihat paling ujung sebelah kanan adalah India. Dari tempat-tempat ini lah (India) kemungkinan bulan masih bisa dilihat dengan ru&#8217;yat. Dengan memperhatikan posisi bulan yang sukar di ru&#8217;yat pada tanggal 11 Oktober 2007 tsb, maka kemungkinan bilangan bulan digenapkan (istikmal), sehingga kaum muslimin dan muslimat yang berpedoman kepada ru&#8217;yat ini kemungkinan akan tetap berpuasa pada tanggal 12 Oktober 2007, dan berlebaran pada tanggal 13 Oktober 2007. Allahu&#8217;alam.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doddys.wordpress.com/209/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doddys.wordpress.com/209/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doddys.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doddys.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doddys.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doddys.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doddys.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doddys.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doddys.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doddys.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doddys.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doddys.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doddys.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doddys.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doddys.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doddys.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=209&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doddys.wordpress.com/2007/10/11/kapan-kita-berlebaran-tahun-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/066978b1ce620b910316f76b9f8e9f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doddys</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/lebaran.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lebaran.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/posisibulan11oct2007_siang.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">posisibulan11oct2007_siang.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/posisibulan11oct2007_maghrib.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">posisibulan11oct2007_maghrib.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/10/posisibumidrbulan_11oct2007_maghrib.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">posisibumidrbulan_11oct2007_maghrib.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GEMPA LAGI di BENGKULU (Pengulangan gempa 12 September 2007 ?)</title>
		<link>http://doddys.wordpress.com/2007/09/24/gempa-lagi-di-bengkulu-pengulangan-gempa-12-september-2007/</link>
		<comments>http://doddys.wordpress.com/2007/09/24/gempa-lagi-di-bengkulu-pengulangan-gempa-12-september-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Sep 2007 15:35:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doddys</dc:creator>
				<category><![CDATA[GeO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doddys.wordpress.com/2007/09/24/gempa-lagi-di-bengkulu-pengulangan-gempa-12-september-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat sedang melihat-lihat blog yang lama ditinggalkan tiba-tiba terkejut dengan update daily dari USGS tentang gempa. Recent earthquake ada di Bengkulu dengan kekuatan 5.5 yang relatif lebih kecil dari gempa sebelumnya. Setelah melihat episenter yang ada di map, ternyata episenter gempa yang baru saja terjadi tidak begitu jauh dari episenter gempa yang terjadi tanggal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=201&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/location1.gif"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/location1.thumbnail.gif" /></a>Pada saat sedang melihat-lihat blog yang lama ditinggalkan tiba-tiba terkejut dengan update daily dari USGS tentang gempa. Recent earthquake ada di Bengkulu dengan kekuatan 5.5 yang relatif lebih kecil dari gempa sebelumnya. Setelah melihat episenter yang ada di map, ternyata episenter gempa yang baru saja terjadi tidak begitu jauh dari episenter gempa yang terjadi tanggal 12 September 2007. Kejadian gempa yang baru saja terjadi mengingatkan kita akan gempa yang pernah terjadi di Solok bulan Maret 2007.<span id="more-201"></span></p>
<p><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/location2.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/location2.thumbnail.jpg" /></a>Kedua gempa yang terjadi di atas baik itu di Bengkulu dan di Solok sama-sama memperlihatkan titik episenter yang berdekatan dengan gempa yang sebelumnya terjadi di daerah itu. Kalo gempa yang terjadi di solok merupakan pengulangan dari gempa yang pernah terjadi tahun 1926 maka gempa yang baru saja terjadi di Bengkulu adalah kemungkinan besar juga merupakan pengulangan dari gempa yang terjadi tanggal 12 September 2007 kemarin walaupun kekuatannya lebih kecil. Kedalaman dari gempa yang juga hampir sama dengan gempa sebelumnya menandakan gempa yang baru saja terjadi besar kemungkinan merupakan bagian dari segmen Bengkulu.</p>
<p><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/detail.jpg"><img src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/detail.thumbnail.jpg" /></a></p>
<p><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/magnitute2.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/magnitute2.thumbnail.jpg" /></a>Kalo gempa Solok terjadi akibat pergerakan ke kanan dari patahan Semangko yang melintas dari Aceh sampai Lampung, maka gempa yang terjadi di Bengkulu ini terjadi akibat patahan naik (thrust faulting) pada daerah transisi dua lempeng yaitu Indian oceanic plate dan Eurasia continental plate. Kecepatan pergerakan lempeng India adalah sebesar 6cm/tahun ke arah  timurlaut  relatif terhadap lempeng Eurasia. Arah gerakan lempeng India tersebut oblique atau miring terhadap orientasi batas lempeng. Komponen pergerakan lempeng yang tegak lurus terhadap batas lempeng telah menyebabkan daerah yang terjadi gempa mengalami patahan naik sedangkan komponen pergerakan lempeng yang sejajar terhadap batas lempeng diakomodasikan oleh patahan-patahan mendatar yang ada di daerah gempa.</p>
<p><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/magnitute.gif"><img src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/magnitute.thumbnail.gif" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doddys.wordpress.com/201/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doddys.wordpress.com/201/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doddys.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doddys.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doddys.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doddys.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doddys.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doddys.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doddys.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doddys.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doddys.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doddys.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doddys.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doddys.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doddys.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doddys.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=201&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doddys.wordpress.com/2007/09/24/gempa-lagi-di-bengkulu-pengulangan-gempa-12-september-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/066978b1ce620b910316f76b9f8e9f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doddys</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/location1.thumbnail.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/location2.thumbnail.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/detail.thumbnail.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/magnitute2.thumbnail.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/magnitute.thumbnail.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KETERANGAN PERS IKATAN AHLI GEOLOGI INDONESIA [IAGI] TENTANG GEMPA BENGKULU DAN UPAYA MITIGASI BENCANA GEMPA</title>
		<link>http://doddys.wordpress.com/2007/09/17/keterangan-pers-ikatan-ahli-geologi-indonesia-iagi-tentang-gempa-bengkulu-dan-upaya-mitigasi-bencana-gempa/</link>
		<comments>http://doddys.wordpress.com/2007/09/17/keterangan-pers-ikatan-ahli-geologi-indonesia-iagi-tentang-gempa-bengkulu-dan-upaya-mitigasi-bencana-gempa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 09:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doddys</dc:creator>
				<category><![CDATA[GeO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doddys.wordpress.com/2007/09/17/keterangan-pers-ikatan-ahli-geologi-indonesia-iagi-tentang-gempa-bengkulu-dan-upaya-mitigasi-bencana-gempa/</guid>
		<description><![CDATA[Menyikapi rangkaian gempabumi yang bersumber dari perairan baratdaya Bengkulu pada tgl. 12 September 2007 pukul 18:10 dengan magnitude 7.9 Skala Richter [SR] hingga saat ini, Ikatan Ahli Geologi Indonesia [IAGI] mengadakan diskusi ilmiah dengan narasumber para ahli yang aktif melakukan penelitian gempabumi di Indonesi pada tgl. 15 September 2007. Dalam diskusi ini para ahli memaparkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=200&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><font face="Times New Roman"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/100yearsseismicgaphypothesis.jpg" title="100yearsseismicgaphypothesis.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/100yearsseismicgaphypothesis.thumbnail.jpg" alt="100yearsseismicgaphypothesis.jpg" /></a>Menyikapi rangkaian gempabumi yang bersumber dari perairan baratdaya Bengkulu pada tgl. 12 September 2007 pukul 18:10 dengan magnitude 7.9 Skala Richter [SR] hingga saat ini, Ikatan Ahli Geologi Indonesia [IAGI] mengadakan diskusi ilmiah dengan narasumber para ahli yang aktif melakukan penelitian gempabumi di Indonesi pada tgl. 15 September 2007. Dalam diskusi ini para ahli memaparkan fakta lapangan, data yang tercatat oleh instrumen pemantau, dan analisis terhadap data dan hasil-hasil penelitian sebelumnya.<span id="more-200"></span></font></span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><font face="Times New Roman">Dalam diskusi terungkap bahwa secara umum kerusakan yang terjadi di wilayah Bengkulu tidak separah kerusakan akibat gempa tahun 2000, tidak dijumpai kawasan yang rusak akibat tsunami, dan masyarakat sudah cukup memahami fenomena yang terjadi. Kesiapsiagaan masyarakat telah cukup baik, sebagaimana dilaporkan oleh IAGIPadang.</font></span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><font face="Times New Roman">Dari sisi peringatan terhadap bahaya, otoritas Indonesia sudah berhasil mendeteksi dan menghitung parameter gempa secara cepat. BMG berhasil mengeluarkan informasi dan peringatan terhadap potensi tsunami dalam waktu 5 menit setelah kejadian gempa. Peringatan ini jauh lebih cepat daripada informasi dari sumber-sumber di luar negeri yang memerlukan waktu 20 menit.</font></span><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><font face="Times New Roman">Diskusi tentang potensi gempa mengungkap fakta bahwa perairan barat Sumatera masih menyimpan potensi gempa besar yang harus dicermati. Sementara itu para ahli masih menghadapi kendala akibat keterbatasan data kegempaan, data patahan aktif, serta data geologi baik permukaan mau pun bawah permukaan.</font></span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><font face="Times New Roman">Kesimpulan dari diskusi ini adalah sbb.:</font></span><font face="Times New Roman"><span style="font-family:TimesNewRomanPSMT;">1. </span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;">Kawasan pusat gempa yang harus dicermati adalah perairan barat Lampung, perairan Enggano, perairan Siberut, dan perairan Simeulue. Berdasarkan runtutan peristiwa gempa Bengkulu, peluang kejadian yang paling dekat adalah kawasan Siberut. Waktu kejadiannya belum dapat ditentukan secara tepat, namun belajar dari runtutan persitiwa gempa Aceh dan Nias pada tahun 2004 </span><span style="font-size:10pt;">–</span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"> 2005, kemungkinan gempa di kawasan Siberut dapat terjadi dalam hitungan beberapa bulan hingga beberapa tahun ke depan. Fenomena ini tergambar dari runtutan gempa</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;">Bengkulu dan gempa Sungaipenuh [Jambi] 12 </span><span style="font-size:10pt;">–</span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"> 13 September 2007.</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-family:TimesNewRomanPSMT;">2. </span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;">Untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan peringatan dini, IAGI merekomendasikan untuk menambah jaringan instrumen pemantau, seperti seismometer dan GPS; serta melakukan survei dan pemetaan terhadap patahan aktif dan zona retakan.</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-family:TimesNewRomanPSMT;">3. </span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;">Upaya yang dapat dilakukan oleh Pemerintah dan masyarakat adalah membuat tataruang dan panduan kesesuaian struktur bangunan untuk daerah-daerah yang rawan bencana. Pengawasan terhadap tataruang dan struktur bangunan hendaknya diperketat.</span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-family:TimesNewRomanPSMT;">4. </span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;">Daerah-daerah lain di Indonesia yang akhir-akhir ini diguncang gempa perlu juga mendapat perhatian serupa. Informasi ini disampaikan agar menjadi perhatian Pemerintah dan masyarakat, tanpa maksud untuk menimbulkan rasa takut. Jika ada hal-hal yang perlu klarifikasi, harap menghubungi Sekretariat IAGI melalui telpon 021-83702848, 83702577; </span></font><font face="Times New Roman"><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;">email: </span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><a href="mailto:agisek@cbn.net.id"><span>agisek@cbn.net.id</span></a></span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;">.</span></font><span style="font-size:10pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><font face="Times New Roman">Jakarta, 15 September 2007</font></span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><font face="Times New Roman">Ridwan Djamaluddin</font></span><span style="font-size:10pt;font-family:TimesNewRomanPSMT;"><font face="Times New Roman">Sekretaris Jenderal IAGI</font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doddys.wordpress.com/200/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doddys.wordpress.com/200/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doddys.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doddys.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doddys.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doddys.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doddys.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doddys.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doddys.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doddys.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doddys.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doddys.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doddys.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doddys.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doddys.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doddys.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=200&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doddys.wordpress.com/2007/09/17/keterangan-pers-ikatan-ahli-geologi-indonesia-iagi-tentang-gempa-bengkulu-dan-upaya-mitigasi-bencana-gempa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/066978b1ce620b910316f76b9f8e9f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doddys</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/100yearsseismicgaphypothesis.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">100yearsseismicgaphypothesis.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EARTHQUAKE IN SOUTHWEST OF BENGKULU &#8211; SUMATRA, INDONESIA</title>
		<link>http://doddys.wordpress.com/2007/09/13/earthquake-in-southwest-of-bengkulu-sumatra-indonesia/</link>
		<comments>http://doddys.wordpress.com/2007/09/13/earthquake-in-southwest-of-bengkulu-sumatra-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2007 22:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doddys</dc:creator>
				<category><![CDATA[GeO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doddys.wordpress.com/2007/09/13/earthquake-in-southwest-of-bengkulu-sumatra-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[The following is a release by the United States Geological Survey, National Earthquake Information Center: An earthquake occurred 130 km (80 miles) SW of Bengkulu, Sumatra, Indonesia and 625 km (390 miles) WNW of JAKARTA, Java, Indonesia at 5:10 AM MDT, Sep 12, 2007 (6:10 PM local time in Indonesia). The magnitude and location may [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=194&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/eq_bengkulu_map.jpg" title="eq_bengkulu_map.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/eq_bengkulu_map.thumbnail.jpg" alt="eq_bengkulu_map.jpg" /></a>The following is a release by the United States Geological Survey, National Earthquake Information Center: An earthquake occurred 130 km (80 miles) SW of Bengkulu, Sumatra, Indonesia and 625 km (390 miles) WNW of JAKARTA, Java, Indonesia at 5:10 AM MDT, Sep 12, 2007 (6:10 PM local time in Indonesia). The magnitude and location may be revised when additional data and further analysis results are available. Earthquakes of this type sometimes cause tsunamis, however the USGS has no information that an actual tsunami has been generated. For information about tsunamis, contact the NOAA Tsunami Warning Centers at <a href="http://tsunami.gov/">http://tsunami.gov</a>.<span id="more-194"></span></p>
<h4>Felt Reports</h4>
<p><!-- Addon us2007hear.FeltReports.us.05 --><!-- hear SOUTHERN SUMATRA, INDONESIA                                      --></p>
<p>At least 9 people killed, hundreds injured and many buildings damaged or destroyed in the Bengkulu and Padang areas. A tsunami with a wave height of 90 cm was measured at Padang. Power and telephone outages occurred. Felt by people in high-rise buildings at Jakarta and in Malaysia, Singapore and Thailand.</p>
<p><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/eq_bengkulu_detail.jpg" title="eq_bengkulu_detail.jpg"><img src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/eq_bengkulu_detail.jpg" alt="eq_bengkulu_detail.jpg" /></a></p>
<h4>Tectonic Summary</h4>
<p><!-- TectonicSummLink %TectonicSummLink% --></p>
<p><!-- Addon us2007hear.TectonicSumm.us.03 --></p>
<p>The southern Sumatra earthquake of September 12, 2007 occurred as the result of thrust faulting on the boundary between the Australian plate and the Sunda plate. At the location of the earthquake, the Australia plate moves northeast with respect to the Sunda plate at a velocity of about 69 mm/year. The direction of relative plate motion is oblique to the orientation of the plate boundary offshore of the west coast of Sumatra. The component of plate-motion perpendicular to the boundary is accommodated by thrust faulting on the offshore plate-boundary. Much of the component of plate motion parallel to the plate boundary is accommodated by strike-skip faulting on the Sumatra fault, which is inland on Sumatra proper.</p>
<p><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/eq_bengkulu_shakemap.jpg" title="eq_bengkulu_shakemap.jpg"><img src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/eq_bengkulu_shakemap.thumbnail.jpg" alt="eq_bengkulu_shakemap.jpg" /></a><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/eq_bengkulu_intensity.jpg" title="eq_bengkulu_intensity.jpg"><img width="511" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/eq_bengkulu_intensity.jpg?w=511&#038;h=128" alt="eq_bengkulu_intensity.jpg" height="128" /></a></p>
<p>The earthquake of September 12, 2007 is the fourth earthquake of magnitude greater than 7.8 to have occurred in the past decade on or near the plate boundaries offshore of western Sumatra. The September 12, 2007 earthquake occurred just north of the source region of the magnitude 7.8 earthquake on June 4, 2000, which killed approximately 100 people. The great magnitude 9.1 earthquake of December 26, 2004, which produced the devastating Indian Ocean tsunami of that date, ruptured much of the boundary separating the India plate and the Burma plate. Immediately to the south of the great 2004 earthquake, the magnitude 8.6 Nias Island earthquake of March 28, 2005, ruptured a segment of the plate boundary separating the Australia and Sunda plates.</p>
<p><strong>Reference:</strong></p>
<ul>
<li>USGS website &#8211; <a href="http://earthquake.usgs.gov/">http://earthquake.usgs.gov/</a></li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doddys.wordpress.com/194/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doddys.wordpress.com/194/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doddys.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doddys.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doddys.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doddys.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doddys.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doddys.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doddys.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doddys.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doddys.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doddys.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doddys.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doddys.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doddys.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doddys.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=194&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doddys.wordpress.com/2007/09/13/earthquake-in-southwest-of-bengkulu-sumatra-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/066978b1ce620b910316f76b9f8e9f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doddys</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/eq_bengkulu_map.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">eq_bengkulu_map.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/eq_bengkulu_detail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">eq_bengkulu_detail.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/eq_bengkulu_shakemap.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">eq_bengkulu_shakemap.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/09/eq_bengkulu_intensity.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">eq_bengkulu_intensity.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ESTIMATE THE MAXIMUM HYDROCARBON COLUMN LENGTH USING SHALE GOUGE RATIO IN THE GREATER PRATU TAO SOUTH AREA</title>
		<link>http://doddys.wordpress.com/2007/08/15/estimate-the-maximum-hydrocarbon-column-length-using-shale-gouge-ratio-in-the-greater-pratu-tao-south-area/</link>
		<comments>http://doddys.wordpress.com/2007/08/15/estimate-the-maximum-hydrocarbon-column-length-using-shale-gouge-ratio-in-the-greater-pratu-tao-south-area/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2007 12:39:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doddys</dc:creator>
				<category><![CDATA[GeO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doddys.wordpress.com/2007/08/15/estimate-the-maximum-hydrocarbon-column-length-using-shale-gouge-ratio-in-the-greater-pratu-tao-south-area/</guid>
		<description><![CDATA[Faults play a key factor in controlling the accumulation and migration of hydrocarbons. Faults can create barriers for fluid flow, but faults can also act as lateral and vertical migration paths for fluid. However, no fault is perfectly sealing or leaking along its entire length throughout its tectonic history. All faults will leak when the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=192&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/08/sgr.jpg" title="sgr.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/08/sgr.thumbnail.jpg" alt="sgr.jpg" /></a></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">Faults play a key factor in controlling the accumulation and migration of hydrocarbons. Faults can create barriers for fluid flow, but faults can also act as lateral and vertical migration paths for fluid. <span>However, no fault is perfectly sealing or leaking along its entire length throughout its tectonic history. All faults will leak when the formation pressure in the reservoir exceeds the capillary entry pressure of the fault seal or top seal. </span></font></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman"><span><span id="more-192"></span></span></font></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">One of the main mechanisms for generating fault seal in clastic sequences is by incorporation of clay and shale, into fault zones. One of the methodologies to evaluate the possibility of fault seal is using shale gouge ratio. The Shale Gouge Ratio (SGR) is a measure of percentage shale within a part of the sequence which has moved past a point on the fault surface. </font></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">Data from wells drilled in the Greater Pratu Tao area indicate that SGR ranges from 0.42 to 0.89 and differential pressure ranges from 5 to 76 psi. In order to validate the prediction of hydrocarbon column, SGR calculations need to be calibrated using lithology, reservoir pressures, and fluid parameters of proven hydrocarbons. The SGR calibration is consistent with observed hydrocarbon columns data in the area. From the cross plot of SGR against differential pressure, a minimum SGR of about 18% is capable of sustaining minimum pressure difference and capable of establishing significant seal. </font></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"></span> <span style="font-size:11pt;line-height:150%;"><font face="Times New Roman">The seal-failure envelope, constructed from cross plot, provides a method to estimate the<sup> </sup>maximum hydrocarbon column length that can be supported<sup> </sup>by the fault. This technique can be applied to both the volumetric evaluation of undrilled blocks and the geological risk analysis of exploration projects.</font></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"><br />
 </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"><u><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Reference: </span></u></span></p>
<p></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><span><font size="3"><font face="Times New Roman">Supamittra, C and Suryanto, D; Estimate The Maximum Hydrocarbon Column Length Using Shale Gouge Ratio in the Greater Pratu Tao South Area Step Out Exploration of Sirikit Onshore Oil Field in Phitsanulok Basin, Central Plains of Thailand; Proceedings Joint Convention Bali 2007 </font></font></span></span></li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doddys.wordpress.com/192/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doddys.wordpress.com/192/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doddys.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doddys.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doddys.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doddys.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doddys.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doddys.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doddys.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doddys.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doddys.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doddys.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doddys.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doddys.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doddys.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doddys.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=192&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doddys.wordpress.com/2007/08/15/estimate-the-maximum-hydrocarbon-column-length-using-shale-gouge-ratio-in-the-greater-pratu-tao-south-area/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/066978b1ce620b910316f76b9f8e9f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doddys</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/08/sgr.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sgr.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Geology and Petroleum Development in the Phitsanulok Basin, Central Plains of Thailand</title>
		<link>http://doddys.wordpress.com/2007/07/06/geology-and-petroleum-development-in-the-phitsanulok-basin-central-plains-of-thailand/</link>
		<comments>http://doddys.wordpress.com/2007/07/06/geology-and-petroleum-development-in-the-phitsanulok-basin-central-plains-of-thailand/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jul 2007 08:17:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doddys</dc:creator>
				<category><![CDATA[GeO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doddys.wordpress.com/2007/07/06/geology-and-petroleum-development-in-the-phitsanulok-basin-central-plains-of-thailand/</guid>
		<description><![CDATA[The onshore Phitsanulok Basin situated at the junction between Uttaradit fault and Mae Ping fault is a Tertiary oil and gas province composed of a complex of half-grabens that were filled by lacustrine shales and continental clastics. The basin is formed by extensional rifting related to the collision of India with Asia. It is the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=189&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/07/phitsanulok.jpg" title="phitsanulok.jpg"></a><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/07/geology_thailand.jpg" title="geology_thailand.jpg"><img align="left" width="64" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/07/geology_thailand.thumbnail.jpg?w=64&#038;h=105" alt="geology_thailand.jpg" height="105" /></a></span></font></span><span style="font-size:12pt;"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></span></font></span><span style="font-size:12pt;"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></span></font></span><span style="font-size:12pt;"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/07/phitsanulok.jpg" title="phitsanulok.jpg"></a>The onshore Phitsanulok Basin situated at the junction between Uttaradit fault and Mae Ping fault is a Tertiary oil and gas province composed of a complex of half-grabens that were filled by lacustrine shales and continental clastics. The basin is formed by extensional rifting related to the collision of India with Asia. It is the largest and deepest basin in Central Plains of Thailand. <span id="more-189"></span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">The presence of rich source rocks for oil, Early and Middle Miocene lacustrine shales, has made the Tertiary basins the main target of exploration during the past two decades, attracting a high level of operational activity. These sediments were interfingered and overlain by mouth bars, alluvial, and fluvial sediments. Oil and gas from the Early and Middle Miocene shales were trapped primarily in anticlines formed during the late Miocene.  </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">The oldest sequence of the Phitsanulok Group consists of predominately low energy, alluvial plain and floodplain claystones. The coarse lithofacies comprises poorly sorted conglomeratic sandstones. This formation has been found hydrocarbon bearing in stratigraphic onlap traps surrounding paleo highs in the S1 concession. However, only one medium sized accumulation, the Sirikit Field, and several smaller deposits are on stream with approximately 18,000-19,000 bbl/d cumulative production. Over half of the exploration wells however did discover some hydrocarbons, mostly oil, and only  minority are dry holes without any shows.  This puts into question the hydrocarbon retention in the Tertiary basins or points to possibly invalid tests in the structurally complex traps.  </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Production from the Sirikit field commenced in 1982. The field has a STOIIP of 800 MMbbl. To date more than 250 wells have been drilled and over 170 MMbbls produced. Reservoir management studies into optimizing recovery and identifying unswept oil volumes such as waterflooding, primary infill and an exploration campaign are ongoing.  </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">The challenge for any exploration and production company in this onshore Thailand&#8217;s basins will be to accurately delineate the small accumulations with 3D seismic and to maximize productivity through the use of gas lift, pumps and waterflooding. 3D static and dynamic modeling are also implemented to maximize the venture’s profitability. This has enabled the Sirikit field to show over 20 years a continuous growth in reserves and production rates. These are currently 19,000 bbl/d and have the potential to grow further. The application of similar techniques will increase the scope of the smaller, remaining prospects in the concession and in the other basins of the Central Plain of Thailand.  </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"></span><u><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Reference: </span></u></p>
<ul>
<li><u><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"></span></u><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Supamittra, C and Suryanto, D; Geology and Petroleum Development in the Phitsanulok Basin, Central Plains of Thailand; AOGS 2007 – 4<sup>th</sup> Annual Meeting; Bangkok-Thailand</span></li>
</ul>
<p></span></font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doddys.wordpress.com/189/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doddys.wordpress.com/189/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doddys.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doddys.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doddys.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doddys.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doddys.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doddys.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doddys.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doddys.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doddys.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doddys.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doddys.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doddys.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doddys.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doddys.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=189&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doddys.wordpress.com/2007/07/06/geology-and-petroleum-development-in-the-phitsanulok-basin-central-plains-of-thailand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/066978b1ce620b910316f76b9f8e9f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doddys</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/07/geology_thailand.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">geology_thailand.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERSAHABAT DENGAN ALAM? ITU PERLU…..</title>
		<link>http://doddys.wordpress.com/2007/05/24/bersahabat-dengan-alam-itu-perlu%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://doddys.wordpress.com/2007/05/24/bersahabat-dengan-alam-itu-perlu%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 May 2007 22:44:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>doddys</dc:creator>
				<category><![CDATA[GeO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doddys.wordpress.com/2007/05/24/bersahabat-dengan-alam-itu-perlu%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa disadari, banyak yang saling memperdebatkan tentang siapa yang paling bersalah dalam hal pencemaran CO2 di muka bumi ini. Tidak hanya Indonesia, tetapi banyak negara-negara lain di sekitar equator seperti Brasil yang juga disalahkan karena banyak terjadi pembakaran hutan baik yang sengaja ataupun tidak. Negara-negara dimana banyak penduduk di dunia berkonsentrasi seperti Cina dan India [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=183&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/iceberg.jpg" title="iceberg.jpg"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/iceberg.thumbnail.jpg" alt="iceberg.jpg" /></a>Tanpa disadari, banyak yang saling memperdebatkan tentang siapa yang paling bersalah dalam hal pencemaran CO2 di muka bumi ini. Tidak hanya Indonesia, tetapi banyak negara-negara lain di sekitar equator seperti Brasil yang juga disalahkan karena banyak terjadi pembakaran hutan baik yang sengaja ataupun tidak. Negara-negara dimana banyak penduduk di dunia berkonsentrasi seperti Cina dan India juga disalahkan karena salah satunya adalah meningkatnya pemakaian bahan bakar di negara tersebut yang banyak mengeluarkan emisi CO2. Tetapi pernahkah kita melihat potensi dari alam dalam membantu mengatasi permasalahan emisi CO2 itu sendiri?<span id="more-183"></span></span></p>
<p><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/antarctica-circulation.gif" title="antarctica-circulation.gif"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/antarctica-circulation.thumbnail.gif" alt="antarctica-circulation.gif" /></a>Sebenarnya, alam mempunyai potensi dalam mengurangi efek yang ditimbulkan akibat emisi CO2. Tahukah kita bahwa gas CO2 yang terbentuk dari efek pembakaran mampu diserap oleh lautan yang dingin di daerah Antartika. Lautan di daerah tersebut mampu menyerap sepertiga emisi CO2 yang terbentuk di alam. Mengapa hanya lautan di Antartika saja yang mampu menyerap CO2? Ini karena suhu di lautan tersebut sangatlah dingin. Pada kondisi seperti inilah alam mampu membantu menyerap CO2 yang ada di udara. Salah satu sifat CO2 adalah kemudahannya larut dalam suhu dingin. Seperti halnya minuman bersoda yang masih mampu menyimpan kandungan CO2nya kalau disimpan di lemari pendingin. Berbeda halnya kalau kita meletakkan minuman bersoda tersebut di bawah sinar matahari langsung. Jadi bisa kita bayangkan bagaimana seandainya alam tidak mampu membantu menyerap CO2 di udara. Efek rumah kaca akan semakin cepat pertumbuhannya karena CO2 yang ada tidak mampu terserap.</span></p>
<p><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/atlanticmasses.gif" title="atlanticmasses.gif"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/atlanticmasses.thumbnail.gif" alt="atlanticmasses.gif" /></a><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/pacificmasses.gif" title="pacificmasses.gif"><img align="left" width="132" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/pacificmasses.gif?w=132&#038;h=108" alt="pacificmasses.gif" height="108" style="width:132px;height:108px;" /></a>Walaupun sepertinya lautan di Antartika mampu menyerap CO2, tetapi ternyata CO2 yang terserap tidak mampu tersimpan di Antartika. CO2 etrsebut akhirnya terkumpul di lautan yang cukup dalam di daerah subtropik dimana kedalaman air yang bersuhu rendah sedalam 1.6 kilometer (1 mil). Mengapa terjadi demikian? Ini karena air yang ada di lautan sebenarnya berlapis. Lautan tersusun atas lapisan air yang bersuhu cukup tinggi dan lapisan air yang bersuhu rendah. Lapisan air yang bersuhu cukup tinggi mempunyai berat jenis yang lebih ringan sehingga terletak di atas lapisan air bersuhu rendah yang mempunyai berat jenis lebih berat. </span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">CO2 yang terkumpul di lautan Antartika ternyata bergeser melalui bidang batas antara lapisan air bersuhu cukup tinggi dan lapisan air bersuhu rendah.</span></p>
<p><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">Permasalahan lain yang ada dalam penyerapan CO2 oleh alam adalah kondisi lapisan air bersuhu rendah yang ada di lautan Antartika. Kondisi yang ada sekarang adalah semakin menipisnya lapisan air bersuhu rendah sehingga bidang batas antara lapisan air bersuhu cukup tinggi dan lapisan air bersuhu rendah sangatlah dekat dengan permukaan. Semakin tipisnya lapisan air bersuhu rendah dapat mengakibatkan semakin kecilnya CO2 yang dapat diserap oleh lautan Antartika dan ini dapat mempercepat efek rumah kaca. </span></p>
<p><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"><a href="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/globalheat.gif" title="globalheat.gif"><img align="left" src="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/globalheat.thumbnail.gif" alt="globalheat.gif" /></a>Pemanasan global yang terjadi saat ini juga dikhawatirkan mampu mempercepat proses hilangnya lapisan air bersuhu rendah di daerah Antartika. Semakin banyaknya CO2 yang terserap oleh lautan membuat lautan bersifat lebih asam sehingga kurang mampu lagi menyerap CO2 yang ada. </span></p>
<p><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">Daerah tropis seperti Indonesia yang terletak di daerah khatulistiwa mempunyai banyak permasalah. Selain suhu di musim kemarau yang mampu memicu terjadinya kebakaran hutan tropis, dalamnya lapisan air air bersuhu rendah juga membuat penyerapan CO2 sangatlah tidak maksimum. Permasalah lain yang timbul adalah banyaknya penduduk di Indonesia yang menggunakan bahan bakar dari fosil dan berpotensi menghasilkan emisi CO2 dari proses pembakarannya.<span>  </span></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">Untuk membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang sedang berlangsung sekarang, sudah sewajarnya kita juga harus membantu alam menyerap CO2 dengan maksimum dengan cara memperlambat selambat-lambatnya efek pemanasan global yang terjadi sekarang. Kalau kita ingin alam bersahabat, kita juga harus bersahabat dengan alam.</span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span></p>
<p><strong><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"><u><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">Referensi :</span></u></span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span></strong><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">Warwick </span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';">School</span><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"> of Engineering &#8211; <a href="http://www2.warwick.ac.uk/fac/sci/eng/">http://www2.warwick.ac.uk/fac/sci/eng/</a></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"><a href="http://www.impactlab.com/">http://www.impactlab.com/</a></span></li>
</ul>
<p><span style="font-family:'Arial Unicode MS';"></span></p>
<p></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/doddys.wordpress.com/183/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/doddys.wordpress.com/183/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/doddys.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/doddys.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/doddys.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/doddys.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/doddys.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/doddys.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/doddys.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/doddys.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/doddys.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/doddys.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/doddys.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/doddys.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/doddys.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/doddys.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=doddys.wordpress.com&amp;blog=387975&amp;post=183&amp;subd=doddys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doddys.wordpress.com/2007/05/24/bersahabat-dengan-alam-itu-perlu%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/066978b1ce620b910316f76b9f8e9f2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">doddys</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/iceberg.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">iceberg.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/antarctica-circulation.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">antarctica-circulation.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/atlanticmasses.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">atlanticmasses.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/pacificmasses.gif" medium="image">
			<media:title type="html">pacificmasses.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://doddys.files.wordpress.com/2007/05/globalheat.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">globalheat.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
